Cara Sederhana Menyiapkan Data Batas Administrasi Indonesia untuk OSM
Posted by FajrAl on 8 April 2026 in Indonesian (Bahasa Indonesia). Last updated on 17 April 2026.Memetakan batas administrasi di Indonesia bisa jadi cukup rumit, terutama saat menghadapi nama wilayah yang serupa. Berikut adalah alur kerja (workflow) sederhana saya dalam menyiapkan data tersebut:
1. Sumber Data
Pertama, unduh data spasial resmi dari Peta Rupa Bumi oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Data ini berfungsi sebagai sumber geometri utama.
2. Ekstraksi Titik Lokasi (Place Nodes)
Karena data sumber berbentuk poligon, saya menggunakan QGIS untuk mengekstrak titik tengah (centroid). Titik-titik ini penting untuk membuat tag place=* yang mewakili pusat dari tiap wilayah administrasi.
3. Pentingnya Kode Kemendagri
Poligon tersebut mencakup kode referensi Kemendagri. Kode ini sangat vital untuk:
-
Konflasi: Memastikan data cocok dengan set data lainnya.
-
Identifikasi: Banyak desa (admin_level 7 atau 8) memiliki nama yang sama. Kode ini membantu membedakannya dalam satu Kabupaten atau Provinsi.
4. Pengayaan Metadata
Menggunakan alat spreadsheet dan teknik konflasi, saya mencocokkan data untuk menambahkan:
-
Kode pos
-
Tag
wikidatadanwikipedia. -
Nama dalam berbagai bahasa (
name:en, dsb).
5. Pengolahan Geometri
Sesuai dengan praktik terbaik (best practices) di OSM, saya mengubah poligon menjadi garis terpisah (polylines).
-
Hal ini memungkinkan wilayah yang bertetangga untuk berbagi satu garis batas yang sama melalui relasi multipolygon.
-
Setelah dikonversi, saya mengekspor hasilnya dalam format
.geojson.
6. Pengetagan Akhir (Final Tagging)
Terakhir, saya menggunakan titik lokasi (place nodes) yang telah diekstrak sebelumnya untuk menyalin dan menempelkan tag yang relevan ke dalam relasi multipolygon baru di editor OSM.
Discussion