OpenStreetMap logo OpenStreetMap

Diary Entries in Indonesian

Recent diary entries

Awalnya saya merasa bingung ketika hendak mengikuti perlombaan diary OSM terkait dengan tema yang diusung yaitu “Perempuan dan Pemetaan OpenStreetMap”. Sebagai seorang laki-laki, saya sempat mempertanyakan apa yang bisa saya tuliskan dari tema ini karena pengalaman laki-laki dengan perempuan tentu sangat berbeda dalam menjalani kehidupan.

Namun setelah saya berpikir dan merenungkan ketika berada di ruang publik Kota Samarinda. lebih tepatnya di kawasan Taman Cerdas Samarinda, disini saya mulai memahami bahwa konsep, makna dan kegunaan dari sebuah peta itu bukan hanya meliputi jalan, bangunan ataupun titik lokasi melainkan tentang bagaimana manusia bisa merasakan ruang dalam kota tersebut.

Dari tempat ini saya melihat banyak sekali perempuan yang beraktivitas mulai dari seorang ibu yang membawa anaknya bermain, mahasiswi yang membaca buku hingga berdiskusi dengan teman sebaya nya dan juga perempuan yang menggunakan area tersebut untuk melakukan senam secara bersama-sama. Dari sini saya menyadari bahwa perempuan memiliki pengalaman yang berbeda dalam menggunakan akses ruang publik terutama terkait dengan rasa kenyamanan, aman serta fasilitas yang tersedia.

Dengan melalui OpenStreetMap saya melihat dan memaknai bahwa pemetaan dapat menjadi media untuk menghadirkan ruang kota yang lebih inklusif. Informasi seperti halnya penerangan jalan. jalur pejalan kaki hingga akses menuju taman dapat menjadi data penting bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke suatu tempat. Hal-hal kecil yang sering dianggap biasa ternyata sangat berpengaruh terhadap kenyamanan perempuan saat berada di ruang publik. Sebagai contoh, jalur menuju taman yang minim penerangan terutama pada sore dan malam hari. Oleh karena itu, OpenStreetMap bukan hanya berfungsi sebagai peta digital tetapi juga sebagai ruang kolaborasi masyarakat untuk mendokumentasikan kebutuhan lingkungan perkotaan secara lebih manusiawi.

Location: Gunung Kelua, Samarinda Ulu, Samarinda, Kalimantan Timur, Kalimantan, 75123, Indonesia

Ada sedikit cerita tentang hal buruk yang saya alami waktu beraktivitas di jalan raya. Tahun 2015 klas1 SMA, jalan menuju sekolah ada kejadian tidak mengenakkan, saya mengalami kontak fisik dengan orang yang tidak saya kenal, itu terjadi di jalan raya dan sekitar 2 meter dari rumah saya, dimana ada 5 orang dan 2 dari mereka melakukan kontak fisik kepada saya, tanpa izin saya. Saya kembali pulang kerumah dengan keadaan menangis. Ketika saya kasih tau orangtua saya, mama saya langsung pergi cari orang-orang itu, dan menjeput saya di sekolah. Ada salah satu teman saya perempuan juga, yang menormalisasikan perbuatan tersebut dan berkata itu hanya memengan tanggan saja. Apakah saya yang terlalu berlebihan? Tapi itu tempat umum mereka berani, bagimana dengan tempat sepi, apakah mereka tidak akan berbuat lebih dari itu? Oleh karena itu, pemetaan jalan aman bagi perempuan sangat dibutuhkan sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan publik yang lebih aman, nyaman, dan inklusif. Pemetaan ini membantu mengidentifikasi lokasi-lokasi yang dianggap rawan, minim penerangan, sepi, atau memiliki risiko terjadinya pelecehan dan tindak kekerasan. Dengan adanya pemetaan, pemerintah, komunitas, maupun masyarakat dapat mengetahui area yang memerlukan perhatian dan perbaikan. Selain fasilitas fisik, kesadaran masyarakat juga sangat penting. Lingkungan yang saling peduli, menghormati, dan berani membantu korban dapat meningkatkan rasa aman di ruang publik. Pemerintah, komunitas, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, aman, dan ramah bagi semua orang, terutama perempuan dan anak-anak sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap risiko di tempat publik.

Location: Has Laran, Dom Aleixo, Dili, Timor Leste

An image: gras

GPS handle (handheld GPS) tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai alat ukur utama Ground Control Point (GCP) pada pemetaan drone atau fotogrametri yang membutuhkan akurasi tinggi. Meskipun GPS handle dapat merekam koordinat, tingkat ketelitiannya hanya dalam hitungan meter (rendah), sedangkan GCP memerlukan ketelitian sentimeter.

Mengapa GPS Handle Kurang Tepat untuk GCP?

  • Akurasi Rendah: GPS handheld (seperti Garmin seri 64/66) menghasilkan kesalahan posisi hingga 1-5 meter, yang akan merusak hasil akurasi peta foto udara.
  • Standar Pemetaan: Pengukuran GCP wajib menggunakan GPS Geodetik/GNSS (RTK/PPK) untuk mencapai ketelitian sentimeter.

Kapan GPS Handle Bisa Digunakan?

  • Pemetaan Skala Kecil/Tingkat Akurasi Rendah: Jika pemetaan hanya untuk visualisasi umum dan tidak membutuhkan akurasi geometris yang ketat.
  • Titik Bantu: Sebagai titik acuan awal, namun hasil foto udara tetap memerlukan koreksi manual yang intensif.
Rekomendasi Alat:

See full entry

Hari Perempuan Internasional diperingati pada 8 Maret tiap tahunnya. Pada peringatan ini pula, banyak hal yang perlu direfleksikan terkait pemenuhan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender. Salah satunya, apakah fasilitas umum di perkotaan sudah ramah manusia, khususnya perempuan?

Sejak Maret 2026, saya mengikuti kampanye Jalanin Aja Dulu (JAD) yang diselenggarakan oleh lakunakota di Cekungan Bandung. Pada kampanye tersebut, partisipan didorong untuk berjalan kaki sejauh 2,5 km setiap harinya untuk melatih budaya mobilitas dengan berjalan kaki. Saya memanfaatkan momen ini untuk memetakan dan menilai kondisi infrastruktur pejalan kaki yang saya lalui ke OpenStreetMap (OSM).

Metode

Pemetaan saya lakukan sambil berjalan kaki dengan pace antara 9’00” (berarti 9 menit per kilometer) hingga 20’00”, rentang pace yang ditetapkan dalam kampanye JAD. Saya menggunakan aplikasi StreetComplete untuk mendata banyak objek, seperti keberadaan trotoar, penerangan, menambahkan fasilitas umum, dan menambahkan catatan untuk hal-hal yang kompleks. Setelah itu, saya berusaha merapikan pemetaan yang saya lakukan sebelumnya menggunakan desktop iD Editor.

Saya biasanya berjalan kaki di sekitar Jalan Dago, Kota Bandung. Terkadang saya juga berjalan kaki di tempat lain yang familiar, seperti Kota Baru Parahyangan dan Jalan Buah Batu. Tak jarang pula saya memutuskan untuk berjalan kaki di tempat-tempat yang belum pernah saya lalui, seperti Baros di Cimahi atau gang-gang sempit di tengah Kota Bandung untuk mendapatkan sensasi tersendiri. Selain itu, sebagian sesi berjalan kaki saya lakukan antara pukul 6 sore hingga 12 malam, menambah relevansi data yang saya dapat dengan ruang aman perempuan di jalan.

Keberadaan trotoar

See full entry

Location: Lebak Gede, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, Jawa, Indonesia

Kontribusi Perempuan dalam Pemetaan Dunia

Keberadaan perempuan di dunia kartografi dan pemetaan saat ini semakin terlihat dan jumlahnya terus bertambah. Kontribusi mereka memberikan nilai yang sangat berharga bagi perkembangan data geospasial. Meski demikian, dalam dunia pemetaan sukarela seperti OpenStreetMap (OSM), jumlah pemeta perempuan masih lebih sedikit dibandingkan laki-laki. Padahal, peran pemeta perempuan sangat krusial untuk meningkatkan inklusivitas data, terutama dalam melengkapi informasi fasilitas publik yang spesifik bagi perempuan, seperti ruang laktasi dan toilet umum.

Dasar-Dasar Pemetaan di OpenStreetMap Sebelum mulai berkontribusi, ada beberapa konsep dasar yang perlu dipahami agar data yang dihasilkan akurat dan bermanfaat:

Konsep Objek di OSM:

  • Titik (Nodes): Menandai lokasi spesifik.
  • Garis (Ways): Untuk objek seperti jalan atau sungai.
  • Area (Poligon): Untuk batas bangunan, taman, atau wilayah.
  • Relasi (Relations): Untuk menghubungkan objek-objek yang kompleks.

Sistem Tagging (Atribut Data): Pemberian label informasi pada setiap objek.

Sumber Data yang Legal:

  • Citra Satelit yang diizinkan.
  • Survei Lapangan langsung.
  • Data Pemerintah yang bersifat terbuka.

Alat Pemetaan (Editor):

  • A list item with additional text
  • iD Editor (Berbasis web, ramah pemula).
  • JOSM (Untuk penyuntingan tingkat lanjut).
  • StreetComplete (Aplikasi seluler untuk pemetaan praktis).

Hal Penting Sebelum Melakukan Digitasi Kemampuan membedakan objek seperti jalan, bangunan, badan air, dan vegetasi adalah inti dari interpretasi citra. Tanpa kemampuan identifikasi yang tepat, data hasil digitasi tidak akan memiliki nilai informasi yang benar. Terakhir, diperlukan kerelaan hati dalam memetakan. Tujuan utama OpenStreetMap adalah menciptakan basis data peta dunia yang gratis, terbuka, dan kolaboratif. Ingatlah bahwa kontribusi ini bersifat sukarela tanpa imbalan materi, namun sangat berdampak besar bagi kemanusiaan dan akses informasi dunia.

See full entry

Location: Sumberagung, Krecek, Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jawa, 64219, Indonesia

Ungkapan bahwa kehidupan itu “kadang naik kadang turun, kadang kaya kadang miskin” adalah metafora roda kehidupan yang terus berputar. Ini menggambarkan fluktuasi nasib manusia yang tidak abadi, di mana seseorang tidak selamanya berada di atas (sukses/bahagia) atau di bawah (terpuruk/kesusahan). 1. Filosofi Roda BerputarKetidakabadian: Situasi saat ini, baik itu kejayaan maupun kesulitan, adalah sementara.Ujian Kehidupan: Kaya dan miskin adalah bentuk ujian untuk melihat siapa yang bersyukur dan bersabar.Perubahan Nasib: Seseorang yang hari ini kaya bisa saja jatuh miskin, dan sebaliknya, yang miskin bisa menjadi kaya.

  1. Sikap Saat di “Atas” (Kaya/Sukses)Tidak Sombong: Jangan merasa angkuh atau lupa diri karena posisi bisa berubah kapan saja.Berbagi & Bersyukur: Kekayaan adalah kesempatan untuk berderma dan membantu sesama.Tetap Membumi: Sadar bahwa semua hanyalah titipan.

  2. Sikap Saat di “Bawah” (Miskin/Terpuruk)Bersabar & Tegar: Tidak putus asa karena kesulitan adalah bagian dari proses pendewasaan diri.Berusaha & Berdoa: Tetap berjuang karena roda akan berputar kembali.Fokus pada Solusi: Orang dengan mental tangguh akan mencari peluang, bukan meratapi keadaan.

  3. Hikmah di Balik Perputaran Keseimbangan: Adanya kaya dan miskin diciptakan agar roda kehidupan berputar dan manusia saling membutuhkan.Pembelajaran: Pengalaman di titik terendah seringkali melahirkan ketangguhan dan kerendahan hati.Ketenangan Hati: Memahami bahwa “semua akan berlalu” membuat seseorang lebih tenang menghadapi penderitaan.

Secara ringkas, kunci menghadapi roda kehidupan yang berputar adalah bersyukur saat berada di atas, dan bersabar saat berada di bawah.

Location: Pancaran, Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jawa, 64211, Indonesia

Kontribusi Wanita dalam Pemetaan Terbuka Level Street View

Peran wanita dalam dunia professional selama ini sering kali dianggap remeh oleh beberapa orang. Hal ini dikarenakan oleh adanya stigma bahwa wanita baiknya menjadi ibu rumah tangga mengurus anak dan permasalahan rumah tangga. Sebaliknya tugas pria adalah mencari nafkah dan pundi-pundi uang untuk keberlanjutan keluarga. Namun, di zaman modern ini pandangan seperti itu sudah dianggap kuno dan kurang relevan semenjak banyaknya teknologi yang telah dikembangkan untuk mempermudah wanita dalam beraktivitas seperti pria. Apalagi sudah banyak perkerjaan yang hanya bisa dikerjakan oleh wanita.

Dalam dunia survey lapangan, pandangan orang pada saat ini pun masih berkutat bahwa ini adalah pekerjaan yang berat dan lebih cocok dikerjakan oleh pria dibanding wanita. Tetapi Pandangan seperti itu pun sepertinya sudah banyak terbantahkan oleh beberapa wanita yang ikut banyak terjun ke dunia survey dan hasil kinerja mereka sangat baik tidak kalah dari kinerja yang dilakukan oleh pria.

See full entry

Location: Sukawana, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Jawa, 40551, Indonesia

Seperti yang kita ketahui, perempuan sering menjadi sasaran tindak kejahatan, baik dari orang di sekitar maupun dari orang yang tidak dikenal, terutama di ruang publik. Kondisi ini menyebabkan perempuan sering merasa tidak aman saat berada di jalan, menggunakan transportasi, maupun di tempat umum lainnya, baik pada siang maupun malam hari. Terjadinya aksi kejahatan itu, dipicu oleh kurangnya imformasi mengenai wilayah yang aman, dan wilayah yang tidak aman, minimnya penerangan jalan, serta kurangnya pengawasan di beberapa lokasi semakin meningkatkan risiko yang dihadapi perempuan. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terarah melalui peningkatan keamanan, penyediaan informasi yang akurat, serta pemanfaatan pemetaan digital menggunakan OpenStreetMap, kegiatan ini meliputi identifikasi area yang aman, dan area yang beresiko akan munculnya tindak kejahatan.

Location: Mota Ulun Oeste, Nain Feto, Dili, Timor Leste

Saya sedang memulai proyek untuk menambahkan tag name:id pada objek place=* di wilayah Jepang, Korea Selatan, dan Korea Utara. Tujuannya adalah mempermudah pengguna Indonesia dalam mencari dan mengenali nama tempat di Asia Timur sesuai dengan ejaan dan istilah administratif yang lazim (seperti Prefektur dan Provinsi).

Untuk saat ini, penyuntingan hanya dilakukan pada level Node. Objek berupa Relation (seperti batas administrasi) belum termasuk dalam cakupan kerja saya saat ini karena batasan workflow teknis.


Localizing place names (name:id) in Japan and the Koreas

I am starting a project to add the name:id tag to place=* objects in the Japan, South Korea, and North Korea regions. The purpose is to assist Indonesian users in searching for and recognizing place names in East Asia according to common spellings and administrative terms (such as Prefecture and Province).

For now, editing is only being performed at the Node level. Relation objects (such as administrative boundaries) are not yet included in my current scope of work due to technical workflow limitations.

Posted by adigis on 15 April 2026 in Indonesian (Bahasa Indonesia). Last updated on 19 April 2026.

Membantu orang hendaknya ikhlas, dan tidak mengharap pujian atau apresiasi dari orang lain. Bantulah dengan bantuan yang terbaik. Dan tidak perlu kita mengungkit-ungkit bantuan yang kita berikan, berharap balasan dari ALLAH subhanahu wata’ala semata. Caranya mudah, bantuan yang engkau berikan itu ibarat yang engkau keluarkan dipagi hari. Dengan begitu engkau akan lupa, tidak ingat bantuan apa yang telah engkau berikan kepada orang lain

Alt text

Memetakan batas administrasi di Indonesia bisa jadi cukup rumit, terutama saat menghadapi nama wilayah yang serupa. Berikut adalah alur kerja (workflow) sederhana saya dalam menyiapkan data tersebut:

1. Sumber Data

Pertama, unduh data spasial resmi dari Peta Rupa Bumi oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) atau mencari di Satu Data Indonesia. Data ini berfungsi sebagai sumber geometri utama.

2. Ekstraksi Titik Lokasi (Place Nodes)

Karena data sumber berbentuk poligon, saya menggunakan QGIS untuk mengekstrak titik tengah (centroid). Titik-titik ini penting untuk membuat tag place=* yang mewakili pusat dari tiap wilayah administrasi.

3. Pentingnya Kode Kemendagri

Poligon tersebut mencakup kode referensi Kemendagri. Kode ini sangat vital untuk:

  • Konflasi: Memastikan data cocok dengan set data lainnya.

  • Identifikasi: Banyak desa (admin_level 7 atau 8) memiliki nama yang sama. Kode ini membantu membedakannya dalam satu Kabupaten atau Provinsi.

4. Pengayaan Metadata

Menggunakan alat spreadsheet dan teknik konflasi, saya mencocokkan data untuk menambahkan:

  • Kode pos

  • Tag wikidata dan wikipedia.

  • Nama dalam berbagai bahasa (name:en, dsb).

5. Pengolahan Geometri

Sesuai dengan praktik terbaik (best practices) di OSM, saya mengubah poligon menjadi garis terpisah (polylines).

  • Hal ini memungkinkan wilayah yang bertetangga untuk berbagi satu garis batas yang sama melalui relasi multipolygon.

  • Setelah dikonversi, saya mengekspor hasilnya dalam format .geojson.

6. Pengetagan Akhir (Final Tagging)

Terakhir, saya menggunakan titik lokasi (place nodes) yang telah diekstrak sebelumnya untuk menyalin dan menempelkan tag yang relevan ke dalam relasi multipolygon baru di editor OSM.

Location: RW 02, Gambir, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jawa, 10110, Indonesia

I create POIs covering permanent buildings by providing addresses, coordinates, categories, photos, and general information in the latest or most updated POIs, based on real-world data from surveys on foot and by motorcycle. Weather conditions play a significant role in POI creation. Heavy rain makes it difficult to create POIs because photos are unclear, and conversely, very hot days make it impossible to take objective photos. I create POI data for OpenStreet Maps. I hope it’s useful for everyone here. I’d be thrilled if I received support from all my friends. You can see the POIs on my OpenStreetMaps profile. Thank you.

Location: Kampungbenteng, Benteng, Ciampea, Bogor, Jawa Barat, Jawa, 16620, Indonesia
Posted by tukangsampat on 2 September 2025 in Indonesian (Bahasa Indonesia). Last updated on 6 September 2025.

Memang repot menghadapi sebagian netizen Indonesia yang sepertinya menyalahgunakan peta sebagai alat perjuangan politik ketimbang bantuan navigasi dan informasi.

Selama delapan bulan terakhir, vandalisme bernuansa politik sudah dua kali terjadi: Maret 2025, dengan mengubah batas wilayah negara (yang mungkin gampang diketahui oleh pengurus OSM); dan Agustus 2025 dengan mengganti dua tempat menjadi reservoir.

Target utamanya kalau tidak lain dan tidak bukan kompleks DPR/MPR, khusus untuk Agustus 2025 juga menimpa peta kawasan Polda Metro Jaya (DKI Jakarta). Jika anda punya ketidakpuasan politik di Indonesia, jelas OpenStreetMap bukan tempatnya dan yang anda hadapi adalah dihukum oleh pengurus OpenStreetMap. Mungkin ini satu-satunya vandalisme bernuansa politik di OpenStreetMap

(Update 06/9/2025 - sebenarnya bukan, cek kolom komentar di diari versi Bahasa Inggris, dimana disebut terjadi vandalisme besar-besaran di peta Rusia dan Ukraina terkait perang, serta kasus vandalisme peta TMP Fort Bonifacio di Filipina akibat politik domestik).

Jika anda berpolitik, cobalah untuk menulis di media sosial dan jangan bikin repot orang lain.

OpenStreetMap (OSM) adalah basis data spasial yang Open Source. Data data pada OSM merupakan hasil dari kolaborasi dan kontribusi terbuka oleh kontributor dari komunitas sukarelawan. Namun mendengar kata kontribusi data untuk OSM, mungkin membuat sebagian besar masyarakat membayangkan proses yang sangat rumit, mulai dari harus menggunakan laptop, citra satelit, dan lain lain. Tapi ada loh cara yang yang sederhana untuk memberikan kontribusi, bahkan terasa seperti bermain game di smartphone. Caranya adalah dengan menggunakan aplikasi StreetComplete.

StreetComplete merupakan aplikasi yang memudahkan siapa saja untuk berkontribusi ke OSM tanpa harus jadi “ahli pemetaan” dulu. Alih-alih harus menggambar peta dari nol, aplikasi ini menyajikan misi-misi kecil berupa pertanyaan tentang lingkungan sekitar. Misalnya:

  • Apakah jalan ini memiliki trotoar?
  • Apa jam buka warung ini?
  • Apakah bangunan ini punya atap datar atau miring?

Tugas-tugas kecil tersebut muncul dalam bentuk ikon di peta, dan pengguna cukup berjalan di sekitar lingkungan lalu menjawab pertanyaan dengan pilihan sederhana. Setiap kali kita menyelesaikan satu misi, terasa seperti menuntaskan quest dalam sebuah game.

Selain itu, StreetComplete memiliki sistem progress yang membuat pengguna merasa terus berkembang. Setiap kontribusi kita akan langsung memperkaya data di OpenStreetMap, sehingga manfaatnya nyata: data transportasi lebih lengkap, informasi fasilitas publik lebih akurat, dan peta menjadi lebih berguna untuk semua orang.

Hal menarik lainnya, kontribusi melalui StreetComplete bisa dilakukan sambil beraktivitas sehari-hari. Misalnya ketika jalan sore, berangkat kuliah, atau sekadar mampir ke warung. Jadi, tanpa terasa kita bisa membantu membangun peta dunia yang lebih baik hanya dengan "main game".

See full entry

Location: Isola, Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat, Jawa, Indonesia

Sudah setahun saya berkontribusi dalam UPIYouthMapper. Saya juga ikut merayakan ulang tahun OpenStreetMap ke 20 di UPI dan ulang tahun OpenStreetMap ke 21 bersama POI, KAART, TOMTOM dan teman-teman UPIYouthMapper chapter ke 3.

Jika dibandingkan dengan kehidupan akademik atau himpunan mahasiswa, YouthMappers dan OpenStreetMap berbeda 180 derajat. Ketika saya dituntut untuk melaksanakan tugas saya di akademik atau hima, saya dituntun untuk berkontribusi pada YouthMappers dan OpenStreetMap.

Tidak ada paksaan, tidak ada sanksi. Saya bisa saja pergi dan tidak memberikan konrtibusi. Tapi tuntunan itu membuat saya lebih nyaman.

Saya bisa melakukannya sesuka hati saya, sekosong waktu saya. Namun efeknya luar biasa.

Sebagai mahasiswa yang sangat dengan dunia geospasial, OpenStreetMap menjadi salah satu sumber data untuk penelitian. Dan saya dapat berkontribusi kapan saja, lewat apa saja.

Jika sempat, saya dapat membuka laptop saya dan mengunjungi maproulette kemudian mengikuti challenge yang diberikan. Saya kira hal ini tidak bisa lebih mudah lagi.

Tapi pada perayaan ulang tahun ke 21 OpenStreetMap, saya mengenal banyak aplikasi. dan menurut saya yang paling nyaman digunakan adalah StreetComplete.

Rasanya hidup dalam dunia game dan memiliki sidequest yang sudah dibuat. Sehingga perjalanan kita pun memiliki kontribusi ke OpenStreetMap dan tidak perlu repot-repot untuk membuka laptop.

Saya sangat bersyukur bergabung dengan UPIYouthMapper, dari sini saya mengenal banyak orang-orang luarbiasa dan menjadi lebih dekat dengan dunia open data.

Karena kini informasi sekecil apapun dapat kita sumbangkan lewat ujung jari. lewat StreetComplete

Berdampak dari Jauh: Kontribusi OSM sebagai Dampak dari Manusia, untuk Manusia


Memori Bencana Intragenerasi: Kebimbangan dan Ketidakberdayaan diri untuk Berdampak

Masih jelas teringat di kepala saya banyak sekali bencana alam yang terjadi, yang saya tonton dengan jelas setidak-tidaknya sejak masa kecil di siaran televisi. Tsunami mentawai 2010, tsunami besar di Jepang 2011, fenomena megathrust Palu 2018, hingga banjir besar di Demak pada 2023 lalu yang saya baca dengan jelas di laman berita hingga sosial media pada saat itu. Sebagai negara kepulauan, sudah menjadi pengetahuan umum yang diserap bahwa Indonesia merupakan negara yang rentan mengalami banyak sekali bencana tektonis dan hidrometeorologis. Belakangan, banyak kalangan menyebut Indonesia sebagai negara "laboratorium kebencanaan" karena sering dan beragamnya bencana alam yang terjadi.


Tsunami Palu 2018. Sumber: Washington Post

See full entry

Location: Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat, Jawa, 16425, Indonesia