Farras's Comments
| Changeset | When | Comment |
|---|---|---|
| 182117724 | Hi! It's from Sentinel-2 satellite imagery, 24 April 2026. Related info: https://www.mindef.gov.sg/news-and-events/latest-releases/4may26-mq/ |
|
| 175469601 | Runway bandara itu diperpanjang tahun 2016. Citra Sentinel-2 tinggal dijadikan acuan meskipun resolusi rendah. Citra Esri di sini juga sudah diperbarui baru-baru ini (kira-kira tertanggal akhir 2025 sebelum banjir Desember). |
|
| 175469601 | Tidak ada citra. Saya memang tahu lokasi video jalan amblas di Takengon. Tinggal mencocokkan sampai mana kerusakannya sesuai yang ada di video. Sekarang sudah bisa dilewati karena dibuatkan jembatan. |
|
| 179515462 | Ah... My bad. Thanks for the correction, Ian! |
|
| 170251103 | Yeah. There's a drone footage of it from November last year (1:20): https://www.youtube.com/watch?v=mAJAgxADEl0 |
|
| 175452832 | Mas, tolong bersihkan dulu impor barunya. Ini banyak nama ajaib kayak "Unknown Point Feature" (node/13351573244), "Kantor Geuchik/Kepala Desa..." (node/13351573282), "Rumah/Kantor Dusun..." (node/13351573271), "Kantor Sekretariat..." (node/13351573289), "Rumah dan..." (node/13351573274) "Perumahan Perkebunan" (node/13351506917), dll dsb. Terima kasih. |
|
| 154080369 | Operator tol kalau rajin/niat biasanya memasang plang besar warna biru bertuliskan nama jembatan dan panjangnya (meter) di sebelah kiri pas sebelum segmen jembatan. Oh iya, saya baru ngeh jembatan ini entah kenapa plangnya ada dua: arah utara "Jembatan Kali Kedaung", sedangkan arah selatan "Jembatan Situ Kedaung". Kali Kedaung itu kali yang mengaliri Situ Kedaung (menurut peta RTRW Tangsel: https://disperkimta.tangerangselatankota.go.id/upload/peraturan/20201230151308.pdf), dan Situ Kedaung itu ya Situ Pamulang (nama resmi yang dipakai pemkot Tangsel; https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/62588) Suramadu ini soal kuat-kuatan ukuran objek saja. Semakin besar objek tertutup (closed way), labelnya dimunculkan di zoom tinggi dengan batasan tertentu atau kalau tidak ada penghalang (objek prioritas). Misalnya, jembatan Hongkong-Makau sudah berlabel di zoom 12. Kawasan lindung/taman nasional baru boleh berlabel di zoom 8. Pangkalan TNI Batuporon harusnya bisa di zoom 12 atau 13, tapi terhalang titik natural=peak yang diprioritaskan. Kota Jababeka dan Greenland Cikarang bisa berlabel di zoom 11 karena petanya "sepi", jadi "masih muat lah". |
|
| 163169466 | Terima kasih atas masukannya. Nanti saya sesuaikan di semua klaster. |
|
| 154080369 | Idealnya justru dua-duanya. Objek highway=* dilengkapi tag bridge:name=Jembatan Kali Kedaung + objek man_made=bridge yang meliputi badan jembatan dengan name=Jembatan Kali Kedaung. Urusan label timpa label ini masuk ranah "Tagging for the renderer" (mengedit supaya terlihat pas sesuai selera), dan ini bukan praktik mengedit yang baik karena cenderung memanipulasi informasi riil (osm.wiki/Tagging_for_the_renderer). Contoh: jalur busway diberi tag highway=service supaya kelihatan di peta default OSM (Carto), padahal mestinya highway=busway, tapi highway=busway tidak kunjung di-render oleh yang punya/mengurus desain (karena entahlah ada saja alasannya https://community.openstreetmap.org/t/osm-carto-maintainers-refusing-to-render-approved-highway-busway/103289) (keluhan di github: https://github.com/gravitystorm/openstreetmap-carto/issues/4226). PoI tetaplah PoI, tapi ketika dua PoI yang sama-sama benar atau riil menghasilkan desain peta yang bentrok, keluhannya ke desainer (map style) alih-alih kontributor/editor (raw map data). Karena itu, keluhan yang berkenaan dengan desain peta default (seperti ukuran label di zoom sekian atau mana label yang mesti diprioritaskan renderingnya) bisa diajukan di github OSM Carto: https://github.com/gravitystorm/openstreetmap-carto/issues |
|
| 162266859 | Relasinya sudah diperbarui: changeset/162334672 |
|
| 162266859 | Halo, mas Fajar. Justru ini yang sedang saya selesaikan beberapa hari terakhir. Permukiman terjepit ini memang sepatutnya dijadikan disertakan di dalam relation dengan value "inner" (sama seperti komplek Medang Lestari di dalam relation Gading Serpong). Hari ini bisa lah saya upload. Terima kasih atas perhatiannya dan kesabarannya. :) |
|
| 152266268 | Betul. Objek itu tadinya saya tambahkan setelah melihat foto satelit Sentinel-2 bulan Juni 2024. Saya kira waktu itu pemecah gelombang permanen, tapi seiring waktu bentuknya berubah-ubah (rupanya pagar bambu). |
|
| 159193424 | Kontribusi saya berasal dari pemantauan foto satelit Sentinel-2 terkini, mas Fajr. Perihal legalitas di OpenStreetMap: osm.wiki/Sentinel-2 |
|
| 157502951 | Kontribusi saya berasal dari pemantauan foto satelit Sentinel-2 terkini, mas Fajr. Perihal legalitas di OpenStreetMap: osm.wiki/Sentinel-2 |
|
| 151007182 | Tidak ada rencana. Murni interpolasi (kira-kira) saja, mas Fajr. Saya memantau perkembangan pengurukan PIK 2 lewat foto satelit Sentinel-2. Polanya sangat konsisten dengan pembangunan jalan besar/utama terlebih dahulu, sama seperti PIK 2 di Kosambi yang sudah jadi sekarang. |
|
| 149273992 | This matter has been resolved/rectified by the community as per changeset # [155487595](changeset/155487595) |
|
| 83432993 | Saya belum memperoleh batas kelurahan yang baru untuk wilayah Tangerang Selatan. Biasanya mesti cek ke kantor kelurahan masing-masing karena mereka punya batas yang lebih akurat. |
|
| 143867832 | Ah! I've just realized that now. It was supposed to be "equestrian". Thanks for the correction. |
|
| 142212832 | Halo, mas Adianto. Penghapusan ini saya batalkan karena simpang susun Pamulang saat ini sedang dimodifikasi dan sudah setengah jadi. Progresnya memang belum tampak di citra satelit Bing maupun Esri. Terima kasih. |
|
| 139836752 | Hi, Guido. Thanks for the fix. Looks like I missed those stretched ways near Kendari. I've managed to catch [the ones in the north near Lake Towuti](changeset/139838270). I'm definitely going to use JOSM's Replace Geometry (Ctrl+Shift+G) more carefully. |